Monday, December 9, 2019

Perjuangan Cinta Seorang Muslimah




Mencintai adalah fitrah untuk seorang manusia, apalagi Allah ciptakan manusia dari laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal dan berpasang-pasangan.  Surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”
Dan karena mencintai dan dicintai adalah wajar untuk seorang muslim maupun muslimah, maka tak jarang jika didapati hati yang jatuh teruntuk seseorang yang mungkin dikenal atau bahkan tidak dikenal, baik secara sengaja atau tidak sengaja. Hal itu wajar sebagai fitrah manusia dan cintanya. Sebagai seorang muslimah sejati tentunya tidak bisa semaunya mempermainkan rasa dalam cinta.  Cinta membutuhkan waktu yang tepat untuk bisa menyatukan dua hati yang berbeda.  Dan tentu ketika seorang muslimah jatuh cinta, maka ia harus hati-hati dengan perasaan dan hatinya agar tidak terluka atau bahkan terjerumus dalam kesalahan yang hina.  Naudzubillah.
Seorang muslimah jika sudah jatuh cinta, perasaan akan tetap ada dan tumbuh kepada seseorang yang mungkin menjadi idamannya.  Dan terkadang seorang muslimah lebih memilih diam daripada mengumbar. Lebih memilih lapang meski terasa sesak dalam dada.  Jika begitu, bukankah muslimah itu kuat bukan? Namun tak jarang juga dari mereka mengumbar bahkan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang muslimah, seperti pacaran, atau bahkan mengenal dekat dengan chat chit di sosial media, meski statusnya bukan untuk pacaran. Lalu jika begini, apa bedanya dengan pacaran pada umumnya?.   Padahal setiap dari kita mengerti bahwa pacaran dan berhubungan dengan non mahrom adalah haram, apapun bentuknya.
Bagiku, dalam bercinta untuk muslimah alangkah baiknya diam atau menyatakan. Diam untuk memendam dan mencinta sewajarnya saja. Seperti kisah Ali dan Fathimah yang bersatu dalam pelaminan dengan ikhtiar dan doa yang selalu menguatkan.  Maka itu harus ada ikhtiar dan doa sebagai proses indah tuk menggapainya. Seorang muslimah jika hatinya diam untuk tidak mengatakan tentu adalah pilihan, dan konsekuensinya jika diam membuat hatinya berkeinginan untuk memiliki dan berharap besar, hal ini terjadi jika ia tidak bisa mengontrol rasanya. Namun ada juga seorang muslimah yang mampu mengontrol rasa cinta dan kagumnya maka ia akan menjaga semua itu dengan menyertakan cinta dan kasihnya kepadaNya melalui keheningan doa yang dipanjatkannya setiap saat. Dan tentu ketika melibatkan segalanya kepadaNya tidak akan ada rasa sesal dan keputus asaan yang membuatnya mementingkan rasa daripada muamalah padaNya jika kelak tak ada satu usai temu.
Dan cinta untuk menyatakan guna kepastian, inilah cara mengungkapkan perasaan agar tak lagi terjajah dalam rasa. Karena jika tak kuat untuk  bercinta dalam diam, maka lebih baik mengungkapkan. Dan dalam mengungkapkan cinta bukan berarti bolehnya berkhalwat antara laki-laki dan perempuan, tapi mengungkapkan disini adalah menyatakan perasaan untuk menjalin lebih dalam hubungan menuju pelaminan layaknya Khadijah kepada Muhammad melalui perantara, Ya, ketika Khadijah menyuruh seseorang bahwa dirinya menawarkan kepada Muhammad. Bukankah itu jauh lebih baik daripada menyatakan secara individual dengan 4 tatap mata sekalipun berada ditempat yang mewah. Dalam hal ini, perihal diterima ataupun tidak cinta seorang muslimah oleh seorang lelaki yang dicintai bukanlah menjadi prioritas. Karena jika diterima, tentu seorang lelaki dan perempuan harus sama-sama siap menjalin hubungan yang lebih serius lagi, karena menyatakan cinta bukan jalan untuk saling berkomitmen tanpa status pacaran. Namun jika jawabannya adalah tidak atau ditolak, maka seorang muslimah tidak boleh larut dalam kesedihan yang terus menerus, namun ia harus tetap semangat dengan kehidupannya, dan mencoba berdamai dengan dirinya. Dan tentunya, ia harus meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja dengan rencanaNya.
Lain halnya jika seorang muslimah yang masih merasa belum baik-baik saja dalam cintanya, maka ia telah berharap dengan selainNya dengan berlebihan karena sejatinya berharap diperbolehkan untuk seorang muslimah asal tidak melebihi cintanya kepadaNya. Dan ketika rasa cinta seorang muslimah ini melebihi rasa cinta kepadaNya, maka Allah jauhkan seseorang yang dicintainya dari hadapannya. Karena Allah pun bisa cemburu bukan?? Kembali lagi kepada kisah inspiratif terdahulu, kisah Yusuf dan Zulaikha lagi-lagi menginspirasi kita khususnya muslimah bahwa berharap kepada selainNya akan membuat hati merasa terluka bahkan harapan bisa menjadi lebih dan lebih, Namun ketika Allah dilibatkan dalam kisah cinta dan kasih, tanpa perlu mengejar, Allah datangkan cinta diwaktu yang tepat dengan jalan dan proses yang indah. Taaruf adalah proses pengenalan antara wanita dan pria untuk saling mengenal, adapun jika cocok antara dua insan yang bertaaruf maka akan berujung pada pernikahan.  Namun jika tidak, maka tentu akan lebih mudah melepas karena belum ada rasa yang dalam layaknya wanita dan lelaki yang mengenal tanpa melalui jalur taaruf. Dan tentunya taaruf harus dilakukan melalui perantara seorang sebagai penengah untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
Perlu diketahui, menjadi muslimah tidak hanya pintar dalam menyembunyikan rasa (jika dirasa itu lebih baik), namun ia juga harus menjaga. Menjaga kehormatannya sebagai seorang muslimah yang tentunya tidak hanya dalam puji ia berharap, dan dalam jaga menjadi wanita muslimah sejati, namun ia juga harus bertahan dalam sabar dan tabah jika cita dan cinta tak lagi menetap pada dirinya. Karena apapun itu, Tuhan sedang berencana, dan rencanaNya tentu jauh lebih indah, bahkan terkadang dengan skenario yang tak terduga-duga. Karena itu percayalah dengan ketentuanNya, dan jadilah muslimah yang mampu membuat orang lain menginginkan tanpa membuat sesal, jadilah wanita yang mahal dengan penjagaan yang membuat orang tak lagi memandang dan dipandang, dan jadilah wanita yang meraih cinta dan cita bersama masa depan yang mengundang.



by : Taaibah Ngaunillah R
Comment, Share and Save :)